Sunday, July 8, 2012

Ketakpastian Zanetti Bersama Inter


PINZOLO, KOMPAS.com - Pemain veteran, Javier Zanetti, belum memastikan apakah ia akan tetap bersama Inter Milan di musim depan.

Bek sayap yang dapat berposisi sebagai gelandang itu akan berusia 39 tahun pada bulan depan. Dan, kontrak pria Argentina itu tinggal setahun lagi.

"Aku tak tahu apakah sekarang akan jadi musim terakhirku (bersama Inter). Kontrakku memang mengatakan inilah musim terakhirku, tapi aku akan jalani saja dan bagaimana kondisi terakhirku," ucap Zanetti kepada Sky Sport Italia.

Ia bergabung dengan Inter sejak 1995 dan hingga sekarang menjadi pilihan utama meski pelatih "I Nerazzurri" berganti.

"Seperti biasa, aku berada di sini untuk membantu tim dan klub. Kami harus bersemangat menjalani pramusim ini," tandas Zanetti dari pemusatan latihan Inter di Pinzolo.

Menurutnya, persiapan tim setiap musim panas selalu berbeda. Hal itu juga berlaku pada apa yang dirasakannya.

"Beberapa pemain berbakat tak lagi berada di sini, tapi talenta lain yang tak kalah bagusnya datang menggantikan. Aku senang dengan apa yang dilakukan klub ini di bursa transfer," ujar Zanetti.

Ia juga mengomentari Andrea Stramaccioni, pelatih yang tiga tahun lebih muda darinya.

"Kepribadiannya berkelas dan ide-idenya segar. Ia dapat menjelaskan itu semua kepada para pemain dan menerapkannya di lapangan," katanya.


Via: Ketakpastian Zanetti Bersama Inter

Saturday, July 7, 2012

Firman dan Ponaryo 0, Xabi Alonso 2


JAKARTA, KOMPAS.com - Dua gelandang Sriwijaya FC, Firman Utina dan Ponaryo Astaman, mendapat kesempatan unjuk kebolehan di hadapan Xabi Alonso. Dan, dua pemain senior Indonesia itu kalah dari gelandang inti timnas Spanyol dan Real Madrid.

Alonso, Firman, dan Ponaryo, mendapatkan kesempatan untuk menendang tiga bola dari jarak sekitar 30 meter ke dalam gawang khusus. Dari tiga kesempatan, Firman dan Ponaryo tidak sekalipun menceploskan bola. Sementara Alonso, dua kali sukses mencetak gol.

Ketika ditanyai soal kegagalannya mengalahkan Alonso, Firman punya alasannya.

"Itulah bedanya pemain Juara Indonesia Super League dengan Juara Liga BBVA," jawab Firman sembari tersenyum. Santai.

Firman juga memberikan pujian kepada eks bintang Real Sociedad dan Liverpoool itu. Menurutnya, Alonso merupakan pemain yang patut dicontoh generasi muda sepak bola Indonesia.

"Aku mengidolakannya. Permainannya simpel dan bagus. Senang dia bisa datang ke sini. Dia memang pantas jadi panutan bagi yang ingin berkarier sebagai pesepak bola," pungkas Firman.


Via: Firman dan Ponaryo 0, Xabi Alonso 2

Keita Tinggalkan Barcelona


BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang Seydou Keita akhirnya meninggalkan Barcelona, setelah empat tahun berada di Camp Nou. Namun, belum diketahui ia akan pindah ke klub mana.

"Malam ini Seydou Keita telah mengumumkan tak akan meneruskan karier (di Barecelona) pada musim depan," demikian pernyataan barcelona di situs resminya, www.fcbarcelona.com.

Selama membela Barcelona, Keita ikut membantu klub itu mearih 14 trofi. Dia merasakan tiga gelar Liga BBVA, dua gelar Liga Champions, dan dua gelar Copa del Rey, juga gelar-gelar minor lainnya.

"Barcelona berterima kasih atas kontribusinya selama beberapa tahun ini dan berharap ia akan meraih sukses secara profesional maupun personal," demikian lanjut pernyataan klub.

Keita masuk ke Barcelona bersamaan diangkatnya Pep Guardiola sebagai pelatih. Guardiola sering menggunakannya sebagai pemain cadangan eksklusif. Hubungan keduanya juga dekat. Kepergian Guardiola dinilai sebagai faktor utama keputusan pemain asal Mali ini memilih pergi.

Sebenarnya, kontrak Keita di Barcelona sampai 2014. Namun, dia boleh pergi secara bebas karena diturunkan sebagai starter kurang dari setengah musim. Sesuai klausul, ia pun punya opsi pergi dengan bebas.

Sebelumnya, Keita dihubungkan akan pindah ke klub China, Dalian Aerbin. Namun, sejauh ini belum ada tanda-tanda hal itu terwujud.


Via: Keita Tinggalkan Barcelona

"La Furia Roja" belum Puas


JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah merengkuh gelar kampiun Eropa dua kali berturut-turut, yaitu tahun 2008 dan 2012, serta Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, Spanyol tak akan berhenti. Tim berjulukan La Furia Roja itu masih ingin menambah gelar pada perhelatan Piala Dunia 2014 di Brasil.

Xabi Alonso, gelandang tim nasional Spanyol, kampiun Piala Eropa 2012, dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Sabtu (7/7), mengatakan, tak ada yang menyangka tim berjulukan La Furia Roja bisa memenangi turnamen yang sama, dua kali berturut-turut. Ditambah satu gelar juara dunia, Spanyol telah menorehkan sejarah baru dalam sepak bola dunia.

Banyak yang meragukan kami bisa melakukannya. Memang sulit, tetapi kami menciptakan sejarah, kata Alonso.

Gelandang Spanyol yang saat ini bermain untuk klub Real Madrid itu mengatakan, dia dan rekan-rekan yang tergabung dalam tim Spanyol dalam kondisi terbaik. Bermain dengan kerekatan hubungan personal yang sangat baik antaranggota, meski bersaing ketat di liga domestik, ditambah dengan pola permainan yang mudah dipahami, menjadikan Spanyol berada dalam puncak penampilan.

Walau diakui tidak akan mudah untuk meraih gelar lain seusai Piala Eropa 2012, pesepak bola yang pernah bermain untuk klub Inggris, Liverpool, ini menyatakan, Spanyol ingin kembali mencetak sejarah pada tahun-tahun mendatang.

Pelatih Spanyol Vicente del Bosque seusai laga babak final Piala Eropa 2012 lalu mengatakan, para pemain harus bersiap untuk babak kualifikasi Piala Dunia 2014 di Brasil.

Mantan Manajer FC Barcelona Josep Guardiola dalam sesi wawancara khusus di Malaysia, dua pekan lalu, mengatakan, Amerika Selatan masih akan menjadi penantang serius bagi tim sepak bola asal benua biru, Eropa. Banyaknya talenta sepak bola di benua tersebut, ditambah dengan kualitas pelatih yang mumpuni, membuat tim sepak bola Amerika Selatan masih menjadi penantang serius Eropa pada Piala Dunia mendatang.

Tetap di Madrid
Dalam pertemuan singkat dengan puluhan wartawan, baik dari media cetak maupun elektronik Indonesia, Alonso sempat mengungkapkan kekaguman terhadap banyaknya penggemar sepak bola, terutama penggemar La Ligasebutan bagi Liga Spanyoldi Indonesia. Kedatangannya ke Jakarta untuk pertama kali juga bermaksud untuk membagi pengalaman dan ilmu dalam olahraga ini kepada anak-anak Indonesia.

Ketika ditanya sejumlah wartawan mengenai masa depannya di Los Galacticos, sebutan bagi Real Madrid, Alonso menjawab, dia nyaman dengan kondisi klub tersebut. Setelah merengkuh gelar La Liga musim 2011-2012, dia ingin membuat rekor baru bersama Madrid.

Pemecahan Rekor
Dalam kunjungan dua-tiga hari di Jakarta atas undangan perusahaan makanan Dua Kelinci itu, Alonso bersama 15.000 orang akan hadir dalam pemecahan rekor dunia mengoper bola di Lapangan Monas, Jakarta, hari ini. Bersama para pemain tim nasional Indonesia, seperti Ponaryo Astaman dan kawan-kawan, Alonso dan belasan ribu penggemar sepak bola Indonesia akan berupaya mengukir namanya di Guinness Book of World Records dalam kategori Most Consecutive Football Passes.


Via: "La Furia Roja" belum Puas

Inter Tatap Liga Europa


MILAN, KOMPAS.com - Pelatih Inter Milan, Andrea Stramaccioni, mengaku sudah berkonsentrasi menghadapi kompetisi baru. Tak hanya Liga Serie-A, Inter juga fokus menghadapi Liga Europa.

Musim lalu, Inter tampil kurang meyakinkan hingga harus berganti-ganti pelatih. Mereka gagal ke Liga Champions dan hanyan mendapat jatah tampil di Liga Europa. Meski begitu, Pelatih Andrea Stramaccioni menilai Liga Europa tetap penting.

"Kami harus siap dalam 25 hari ke depan dan babak penyisihan Liga Europa bisa sangat bahaya. Liga Europa penting bagi kami dan kami peduli sangat terhadap kompetisi ini," tegas Stramaccioni.

Ia optimistis timnya akan bermain lebih baik di musim ini. "Kami memiliki skuad baru. Saya menginginkan tim yang punya motivasi, punya hasrat untuk bekerja keras. Kami punya sedikit hasrat untuk berjanji, tapi punya banyak hasrat besar untuk bekerja. Kami ingin bicara di lapangan," tegasnya. (FBI)


Via: Inter Tatap Liga Europa

Vettel Risau Balapan Akan Jadi Seperti Undian


Silverstone - Sebastian Vettel menilai GP Inggris Raya bisa menjadi sebuah undian besar jika hujan kembali turun dan mengguyur lintasan, seperti pada sesi kualifikasi.

Sesi kualifikasi di Silverstone, Sabtu (07/07/2012), sempat disetop sekitar 1,5 jam akibat hujan deras. Setelah kembali dilanjutkan, Vettel pada akhirnya mencatatkan waktu terbaik keempat.

Pebalap Red Bull tersebut lalu memprediksi kalau balapan, Minggu (8/7) akan berjalan amat berat jika kondisi seperti itu terjadi lagi di lintasan.

"Dengan kondisi seperti itu, balapan bisa menjadi sebuah undian besar," ujar Vettel seperti dilansir Autosport.

"
Via: Vettel Risau Balapan Akan Jadi Seperti Undian

Fabregas Cemaskan Kondisi Alba


BARCELONA, KOMPAS.com - Gelandang Barcelona, Cesc Fabregas, mencemaskan kondisi rekan barunya, Jordi Alba. Menurutnya, ia bisa dalam kondisi tak 100 persen di kompetisi baru, jika ikut memperkuat Spanyol di Olimpiade London.

Pemain 23 tahun itu baru dibeli dari Valencia. Dia tampil menawan bersama Spanyol di Piala Eropa 2012 dan mencetak gol di final untuk membawa "La Furia Roja" juara. Setelah itu, ia kembali dipanggil memperkuat timnas Spanyol untuk tampil di Olimpiade, Juli ini. Sebab itu, Fabregas khawatir dia akan kelelahan saat memasuki musim kompetisi baru.

"Sangat normal bahwa ia ingin pergi (main di Olimpiade). Kalau pemain seusiaku jelas tak akan mampu mengalami hal itu (main secara terus-menerus). Di Barcelona, kami harus bermain dalam 65 sampai 70 pertandingan dalam semusim dan kerja terlalu keras akan berisiko," jelas Fabregas kepada El Mundo Deportivo.

"Ini akan tergantung kepada kekuatan fisik seseorang. Ketika Anda berada di awal usia 20-an tahun, Anda mungkin bisa menerima beban ini. Tapi, akan sangat baik jika dia (Alba) segera bersama kami secepatnya," tambahnya.

Alba memang maih berumur 23 tahun. Namun, namun masa istirahatnya amat pendek. Selesai mengarungi musim 2011-12, dia langsung bersama timnas Spanyol. Piala ERopa 2012 berakhir, dia kembali harus bergabung dengan tim Olimpiade. Selain bisa kelelahan, cedera juga bisa mengancam Alba.


Via: Fabregas Cemaskan Kondisi Alba