Saturday, June 30, 2012

Latih Tottenham, Villas-Boas Kehilangan Rp 160 Miliar


LONDON, KOMPAS.com - Mantan pelatih Chelsea, Andre Villas-Boas, disebut The Sun akan kehilangan uang sebesar 10,8 juta poundsterling jika menerima pekerjaan melatih Tottenham Hotspur atau klub lain pekan depan.

Villas-Boas diangkat menjadi pelatih Chelsea pada 22 Juni 2011, dengan kontrak tiga musim. Ia dipecat pada 4 Maret 2012, atau dalam keadaan masih menyisakan kontrak 28 bulan, dan sejauh ini belum mendapatkan pekerjaan baru.

Menurut The Sun, Chelsea memberikan gaji sebesar 100.000 poundsterling atau sekitar Rp 1,5 miliar setiap pekannya selama 28 bulan tersebut. Chelsea disebut akan menghentikan pembayaran itu, kapan pun Villas-Boas mendapatkan pekerjaan baru selama periode 28 bulan tersebut.

Sejauh ini, Villas-Boas sudah menerima pembayaran selama tiga bulan. Jika menerima pekerjaan melatih Tottenham atau klub lain, Villas-Boas disebut akan kehilangan pembayaran untuk 25 bulan sisa periode masa kontrak, yang diperkirakan mencapai 10,8 juta poundsterling atau sekitar Rp 160 miliar.


Via: Latih Tottenham, Villas-Boas Kehilangan Rp 160 Miliar

Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya berhasil keluar sebagai juara di kompetisi ABL musim ketiga. Komposisi pemain yang lebih bagus daripada musim sebelumnya juga menjadi salah satu penentu kesuksesan mereka.

Warriors menjuarai ABL musim ini setelah menundukkan tim Filipina, San Miguel Beermen, di babak final dengan skor 2-1 dalam sistem best of three. Keberhasilan mereka terasa lebih indah karena dipastikan dengan kemenangan dalam laga penentuan di kandang Beermen.

Setelah kalah 83-86 di game pertama, menang 81-61 di game kedua, tim besutan Todd Purves ini menang 78-76 di game penentuan, Sabtu (30/6/2012).

Menurut Rony Gunawan, Warriors bisa juara karena punya pemain-pemain yang lebih oke daripada musim pertama dan kedua.

"Tahun ini, komposisi pemain lebih bagus, baik lokal maupun asingnya. Jadi, tim ini sangat bagus tahun ini," ungkap Rony di Manila, Sabtu (30/6/2012).

Di tengah musim, Warriors mendapatkan tambahan tenaga pemain asing baru dalam diri Evan Brock dan Stanley Pringle. Selain itu, menjelang akhir musim, Arki Dikania Wisnu dan Christian Ronaldo Sitepu juga bergabung dengan tim. Karena pemain-pemain tersebut cepat menyatu dengan Warriors, tim pun makin tangguh.

"Kuncinya kita cepat beradaptasi dengan pergantian pemain di tengah musim. Di ABL ini, (komposisi) pemain sangat berperan penting, terutama pemain asing. Peran mereka sangat vital sekali," ujar Rony.

Kesuksesan Warriors sempurna dengan keberhasilan Evan Brock tampil sebagai MVP final dan pelatih Todd Purves menjadi pelatih terbaik ABL musim ini. Purves sendiri mengatakan, Warriors tidak memenangi laga final dengan mudah. Ia bahkan memuji organisasi permainan dari Beermen.

"Saya angkat topi untuk (pelatih Beermen) Bobby Parks dan organisasi permainan Beermen. Organisasi permainan mereka kelas dunia," kata Purves.


Via: Komposisi Pemain Juga Tentukan Kesuksesan Warriors

"Bosan Spanyol Selalu Menang, Itu Hebat!"


KIEV, KOMPAS.com - Gelandang Spanyol, Xavi Hernandez, menepis anggapan bahwa permainan "La Furia Roja" kini cenderung membosankan di Piala Eropa. Pasalnya, permainan Spanyol telah terbukti keampuhannya dengan berhasil mencapai babak final.

Sepanjang turnamen ini, Spanyol terkenal dengan taktik tiki-taka yang lebih mengutamakan penguasaan bola di lapangan tengah. Akan tetapi, taktik tersebut dinilai sebagian orang tidak efektif, membosankan dan cenderung monoton. Pasalnya, mereka membandingkan strategi tersebut dengan tiki-taka ala Barcelona.

Tidak adanya Lionel Messi yang membuat perbedaan itu terlihat nyata. Spanyol seringkali mengembalikan bola ke belakang, meski sudah berada di tengah maupun depan gawang. Bahkan, tak jarang pula, pelatih Vicente Del Bosque tidak menurunkan striker murni dalam sejumlah laganya.

"Kami menikmati permainan dan akan setia dengan taktik yang begitu banyak memberikan gelar dalam beberap tahun terakhir. Pendukung kami dapat mengidentifikasi gaya tersebut. Kami menikmatinya, begitu juga dengan fans," ujar Xavi.

"Jika orang-orang bosan karena Spanyol selalu menang, maka itu adalah hal yang fantastis bagi kami," tambahnya.

"Kami hanya ingin menikmatinya, karena kami telah berada di final kedua secara berturut-turut. Kami ingin lakukan yang terbaik dan menunjukkan bahwa kami masih lapar akan kesuksesan," tegas Xavi.


Via: "Bosan Spanyol Selalu Menang, Itu Hebat!"

"Spanyol Bukan Tim Dewa"


KIEV, KOMPAS.com - Bek Italia, Giorgio Chiellini, menilai Spanyol bukanlah tim "dewa" yang tidak dapat dikalahkan oleh tim lainnya. Pemain berusia 27 ini yakin "Gli Azzurri" dapat mengalahkan "La Furia Roja" di babak final Piala Eropa, Minggu (1/7/2012).

Italia dan Spanyol sebelumnya sempat bertemu di babak penyisihan Grup C. Ketika itu, kedua tim berbagi poin setelah bermain imbang 1-1.

"Mereka (Spanyol) cuma manusia biasa, dan kita dapat kalahkan mereka," tegas Chiellini seperti dilansir Football Italia.

"Besok, kami tidak akan membalas dendam kepada siapa pun. Kami hanya ingin mewujudkan mimpi kami menjadi kenyataan. Meskipun lelah, kami akan selalu menemukan energi untuk bermain di final," lanjutnya.

Italia lolos ke final setelah mengempaskan Inggris (adu penalti 4-2) di perempat final dan Jerman (2-1) di semifinal. Sementara, Spanyol menyingkirkan Perancis (2-0) dan Portugal (4-2 adu penalti).


Via: "Spanyol Bukan Tim Dewa"

Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo


Assen - Alvaro Bautista dinilai bersalah, menyusul insiden crash antara dirinya dengan Jorge Lorenzo. Akibatnya, Bautista bakal start dari urutan terbelakang di MotoGP Jerman.

Pada balapan di Sirkuit Assen, Sabtu (30/6/2012), Lorenzo, yang menang berturut-turut di tiga seri terakhir, mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Alvaro Bautista di tikungan pertama, dan keduanya langsung out.

Pemenang balapan tersebut, Casey Stoner, sampai-sampai menyayangkan insiden tersebut. Ia mengaku tidak terlalu senang meraih kemenangan, tanpa rival beratnya memberikan perlawanan.

MotoGP kemudian memutuskan Bautista bersalah. Mereka menyebut, Bautista membalap dengan sikap yang tidak bertanggungjawab, membahayakan Jorge Lorenzo, dan akhirnya dihukum start dari urutan paling belakang di Sachsenring.

Gresini mengajukan banding atas hukuman tersebut. Tapi, para steward dari FIM menyatakan bahwa keputusan tersebut adalah final.


Via: Bautista Dihukum Usai Insiden dengan Lorenzo

Terwujudnya Mimpi Warriors


Manila - Butuh tiga musim bagi Indonesia Warriors untuk bisa menyabet gelar juara ASEAN Basketball League (ABL). Keberhasilan mereka mewujudkan mimpi mereka ini adalah buah dari kerja keras.

Warriors tampil sebagai juara usai mengalahkan San Miguel Beermen dengan skor total 2-1 di babak final yang memakai sistem best of three. Dalam game penentuan yang digelar di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), tim asuhan Todd Purves itu menang satu bola 78-76.

Ini adalah gelar pertama buat Warriors. Di musim pertama, saat masih memakai nama Satria Muda Britama, mereka harus puas jadi runner-up karena ditundukkan Philippine Patriots di final. Semusim berikutnya, mereka malah gagal lolos ke babak play-off.

"Musim pertama kita masuk final, tapi kalah. Di musim kedua, saat itu jadwal ABL dan NBL sama, makanya kita merosot. Di musim ketiga, kita berpikir bahwa tim yang bertanding di ABL dan NBL harus dipisah, dan harus disiapkan sendiri-sendiri," ungkap pemilik Warriors, Erick Thohir, saat ditemui seusai pertandingan.

"Di sini kita bukan cuma membawa nama Warriors, tapi juga nama Indonesia. Itu yang berat. Persiapan kita lebih bagus dari musim kedua karena tim kita terpisah," jelasnya.

Erick menambahkan, Warriors bisa juara karena berani bermimpi. Kendati harus menghadapi lawan-lawan tangguh se-ASEAN, timnya mau bekerja keras demi mengejar kejayaan.

"Saya ucapkan terima kasih kepada para pemain, pelatih, para partner untuk bisa membawa mimpi Indonesia menjadi juara. Misi Indonesia Warriors dan Satria Muda kan sama, yaitu juara Indonesia, Indonesia juara. Ini yang harus kita wujudkan," tuturnya.

"Kita harus membuat mimpi kita sendiri, jangan melihat mimpi orang terus. Kita harus membuat mimpi kita dan kita harus berusaha. Insya Allah kalau kita serius, kita fokus, kita fight, akan dikasih jalan," kata Erick.


Via: Terwujudnya Mimpi Warriors

Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors


Manila - Indonesia Warriors akhirnya tampil sebagai juara ASEAN Basketball League (ABL) musim ketiga. Namun, untuk memastikan gelar tersebut, Warriors harus melalui perjuangan yang tidak mudah.

Warriors bertemu dengan San Miguel Beermen di babak final yang memakai sistem best of three. Setelah kalah 83-86 di kandang Beermen, Warriors membalas di game kedua yang digelar di Jakarta dengan skor mencolok 81-61. Karena kedudukan sama kuat, game ketiga pun terpaksa dihelat.

Dalam pertandingan game ketiga di Ynares Sports Arena, Pasig City, Manila, Sabtu (30/6/2012), Beermen yang tampil di hadapan dukungan publiknya sendiri langsung tampil menekan. Mereka sempat unggul lima poin, namun tembakan tiga angka Jerick Uy Canada membuat Warriors berbalik unggul 15-13. Setelah itu, Warriors menutup kuarter pertama dengan 19-13.

Di kuarter kedua, Beermen mencoba untuk mengejar. Namun, Warriors masih bisa menjaga jarak dan menambahkan 19 poin untuk memimpin 38-33.

Usaha Beermen untuk menyamakan kedudukan baru berhasil di awal kuarter ketiga saat tembakan Christhoper Banchero membuat skor jadi 38-38. Bahkan, beberapa saat kemudian Willard Crew membawa Beermen memimpin dua poin. Namun, tak lama kemudian Warriors unggul lagi lewat tembakan tiga angka Joseph Salangsang. Setelah itu, tim tamu mulai menjauh dan unggul jauh 64-53 di akhir kuarter.

Kuarter keempat berjalan seru sekaligus menegangkan. Beermen kembali memangkas selisih poin menjadi dua angka dalam kedudukan 69-71 saat pertandingan tinggal tersisa 2 menit 14 detik.

Saat waktu tinggal tersisa 17 detik lagi, Warriors juga cuma unggul 78-76. Mereka makin tegang karena dua lemparan bebas Evan Brock di momen selanjutnya tak masuk keranjang. Beruntung buat mereka, usaha Beermen untuk menyalip lewat tembakan tiga angka Nicholas Fazekas gagal. Warriors pun menang 78-76 dan berhak mengangkat piala.

Seusai pertandingan, pelatih Warriors, Todd Purves, mengakui bahwa game ketiga ini berjalan tidak mudah. Dia pun tak sungkan memuji Beermen.

"Ini masih merupakan pertandingan yang sangat ketat. San Miguel sangat 'Brasil', sangat terlatih," ucapnya.

"Saya angkat topi untuk
Via: Bukan Kemenangan Mudah buat Warriors

Indonesia Warriors Juara ABL!


Manila - Indonesia Warriors tampil sebagai juara ASEAN Basketball League 2012. Bertanding di game ketiga melawan San Miguel Beermen, Warriors menang 78-76.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Ynares Sports Arena, Sabtu (30/6/2012), Warriors tampil relatif dominan sepanjang pertandingan. Warriors turun dengan Mario Wuysang, Stanley Pringle, Evan Brock, Steven Thomas, dan Allan Salangsang dalam susunan starter-nya.

Optimisme pelatih Todd Purves yang didengungkan sehari menjelang pertandingan dibuktikan. Tampil agresif sejak kuarter pertama, Warriors memimpin 19-13. Tetapi, Beermen bangkit melawan di kuarter kedua.

Sementara Warriors "hanya" mengumpulkan 19 poin, Beermen mendulang 20 poin. Kendati demikian, Warriors tetap unggul 38-33 di akhir kuarter kedua.

Di kuarter ketiga, tembakan Allan Salangsang menambah dua poin dan Warriors pun unggul 43-40 atas Beermen. Warriors mencetak 26 poin tambahan di kuarter ketiga tersebut dan unggul 64-53 atas Beermen.

Beermen berusaha mengejar dan mencetak 23 poin tambahan di kuarter terakhir. Namun, usaha mereka untuk membalikkan keadaan gagal. Warriors tampil sebagai juara dengan skor akhir 78-76.

Stanley Pringle tampil sebagai pendulang poin terbanyak untuk Warriors dengan 28 poin. Diikuti oleh Evan Brock
Via: Indonesia Warriors Juara ABL!

Lorenzo Sial, Stoner Naik Podium Satu Lagi


Assen - Casey Stoner akhirnya naik podium satu lagi setelah memenangi MotoGP Belanda, Sabtu(30/6/2012). Penguasa tiga seri sebelumnya, Jorge Lorenzo, bernasib sial karena out tak lama setelah start.

Pada balapan di sirkuit Assen, Stoner memastikan kemenangannya terutama sejak berhasil menyalip rekan Repsol Honda-nya, Dani Pedrosa, di sembilan lap terakhir. Setelah melakukan overtake itu ia tak terkejar lagi oleh Pedrosa dan menyentuh garis finish pertama dengan catatan waktu 41 menit 19,855 detik.

Pedrosa harus puas di tempat kedua dengan selisih empat detik dari sang juara bertahan. Andrea Dovizioso, yang bertarung sengit dengan Ben Spies, mendapatkan podium ketiga.

Bagi Stoner ini adalah kemenangannya yang ketiga di musim ini dari tujuh seri yang telah tergelar. Ia juga mendapat berkah karena Lorenzo, yang menang berturut-turut di tiga seri terakhir, mengalami insiden di awal lomba. Ia ditabrak Alvaro Bautista di tikungan pertama, dan keduanya langsung out.

Kemenangan ini sekaligus membuat Stoner menyamai perolehan angka Lorenzo, yakni 140. Sebelumnya rider Australia itu menang di seri kedua
Via: Lorenzo Sial, Stoner Naik Podium Satu Lagi

Balotelli Menangis Bersama Ibunya


WARSAWA, KOMPAS.com - Ibu angkat Mario Balotelli, Silvia Balotelli, mengungkapkan bahwa striker Italia tersebut menangis setelah pertandingan lawan Jerman. Itu sangat jarang terjadi. Terakhir kali Balotelli menangis karena Jose Mourinho.

Balotelli menjadi bintang Italia dengan mencetak dua gol di semifinal Piala Eropa 2012, Kamis atau Jumat (29/6/2012) dini hari WIB. Dua gol itu membawa Italia menang 2-1 dan lolos ke final.

Setelah pertandingan usai, para pemain Italia langsung berkumpul dan merayakan kesuksesan itu. Namun, tidak dengan Balotelli. Dia berjalan menuju tribun untuk mendekati ibu angkatnya, Silvia. Ia kemudian mencium ibunya.

"Sangat sulit melihat Mario menangis. Terakhir kali dia menangis mungkin karena Jose Mourinho," kata Silvia kepada La Gazzetta dello Sport. Namun, dia tak menyebutkan apa yang dilakukan Mourinho hingga Balotelli menangis.

"Ketika merasa kesulitan, diserang, atau dikhianati, Mario bereaksi dengan mengasingkan dirinya dari orang lain. Itu yang terjadi sebelum pertandingan melawan Irlandia," jelas Silvia.

"Kami sempat berjuang untuk mengontaknya dan dia tak menjawab pesan kami. Itulah sebabnya, saya menangis bahagia. Dua gol itu sangat luar biasa dan terjadi di pertandingan penting. Itu telah membaskan dia, karena bakat dan kegeniusannya telah keluar. Dia akhirnya mampu membuktikan apa yang ingin ia lakukan," jelasnya.

Mario Balotelli keturunan Ghana. Dia diadopsi keluarga Balotelli saat masih berusia dua tahun. Dia amat dekat denan kedua orang tua angkatnya. Bahkan, dia sering menceritakan kemenangan kepada mereka, terutama kepada ayahnya, Franco Balotelli. Namun, Franco sudah amat tua dan tak bisa sering-sering menyaksikan Balotelli bertanding.

"Ini juga sangat sulit baginya untuk memeluk saya seperti itu di depan banyak orang. Seperti halnya anak muda lainnya, dia (Balotelli) agak malu terlihat dengan ibunya. Tapu, di momen seperti itu, dia kelwat bahagia. Dia berbisik di telinga saya agar saya membawa ayahnya ke Kiev. Saya kemudian pulang ke Italia dan kami berdua akan berada di sana, Minggu," janjinya.

Italia akan melawan Spanyol di final Piala Eropa 2012 di Kiev, Minggu atau Senin (2/7/2012) dini hari WIB.

Silvia agak menyesalkan tindakan Balotelli melepaskan baju, setelah mencetak gol kedua. Namun, dia bisa memahami psikologinya.

"Dia sangat kesal kepada siapa pun yang mengkritiknya karena tidak melakukan selebrasi kala mencetak gol. Maka, dia memutuskan untuk mencari cara lain dalam merayakan gol," jelas Silvia.

"Anak saya sering mengatakan bahwa ia buka arogan, tapi dia merasa dia memiliki sesuatu yang spesial. Itu yang sering ia katakan," tambahnya.

Menurut La Gazzetta dello Sport, ayah angkat Balotelli, Franco, tak hanya akan menyaksikan anaknya bertanding lawan Spanyol. Ia juga akan membawa beberapa potong coklat. Ini sudah menjadi kebiasannya memberi hadiah coklat kepada Balotelli ketika dia masih kecil.

Silvia juga menyatakan terima kasih kepada Pelatih Italia, Cesare Prandelli. Sebab, dia memberi kesempatan kepada anaknya bertanding di Piala Eropa dan membuktikan kemampuannya.

"Prandelli adalah orang baik dan dia telah mengajarkan banyak hal penting kepada anak saya. Maka, saya meneleponnya untuk mengucapkan terima kasih," terang Silvia.


Via: Balotelli Menangis Bersama Ibunya

Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa


KIEV, KOMPAS.com - Presiden Uni Federasi Sepak Bola Eropa (UEFA), Michel Platini, mengajukan usul ekstrem. Menurutnya, akan menarik jika Piala Eropa 2020 nanti digelar di beberapa negara di Eropa.

"Ini hanya ide. belum ada kepastian. Pada Desember (2012) atau Januari (2013) kami akan memutuskan apakah Piala Eropa akan digelar di satu negara, dua negara, atau bahkan di beberapa negara di Eropa," kata Platini pada temu pers di Kiev, Ukraina, Sabtu (30/6/2012).

Piala Eropa akan merayakan ulang tahun ke-60 pada 2020 nanti. gelaran Euro 2020 itu bisa digelar di 12 atau 13 kota di beberapa negara di Eropa. Sehingga, panitia tidak lagi dipusingkan soal kesiapan infrastruktur, karena tuan rumah akan dipilih di kota-kota yang memiliki infrastruktur terbaik.

Sejauh ini, sudah ada beberapa negara yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Eropa 2020. Mereka antara lain Turki, Irlandia, juga Skotlandia dan Wales. (AFP)


Via: Euro 2020 Digelar di Seluruh Eropa

Lorenzo Puas Start Ketiga


Assen - Jorge Lorenzo mengaku kegagalannya meraih pole diakibatkan kesalahannya sendiri. Meski begitu ia tetap puas dengan start ketiga yang didapat sekaligus optimistis bisa meraih hasil bagus.

Lorenzo sebenarnya mengawali sesi kualifikasi di sirkuit Assen, Jumat (29/6) malam WIB dengan sangat baik di mana ia leading catatan waktu dibanding pebalap lain, termasuk Casey Stoner dan Dani Pedrosa.

Namun, kesalahan di lap terakhir kualifikasi membuatnya harus rela disalip catatan waktunya oleh Stoner dan Pedrosa. Alhasil pole pun diraih Stoner dan Lorenzo harus start di posisi ketiga.

Gap dengan Stoner boleh dibilang cukup jauh yakni 0,288 detik dan Lorenzo menyebut kesalahan saat menikung di lap terakhir menyebabkan posisi pole melayang.

"Hari ini hujan membuat kami kesulitan di pagi dan sore hari. Akhirnya kami bisa mendapat kecepatan maksimal di lima menit terakhir untuk mendapat pole position," ungkap Lorenzo di Autosport.

"Saya mencoba dua lap. Di lap terakhir saya sangat cepat tapi terlalu telat mengerem di tikungan jadi saya kehilangan sepersekian detik dan saya tidak mampu meraih pole position. Tapi posisi ketiga adalah posisi bagus untuk memulai balapan nanti," lanjutnya.

Lorenzo dalam tiga race terakhir selalu menang dan membuat selisih poin dengan Stoner menjadi 25 angka. Meski posisi start tak bagus dan memungkinkan Stoner untuk meraih kemenangan, namun Lorenzo tak begitu peduli dan memilih fokus tampil maksimal saat balapan.

"Hal yang terpenting adalah bisa menyelesaikan balapan dan mendapat poin serta punya feeling yang bagus dengan motor. Sepertinya kami punya itu pada balapan akhir pekan ini, jadi kita lihat saja," tutup Lorenzo.


Via: Lorenzo Puas Start Ketiga

Tim Kapinis Bandung Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim


Muaraenim - Tim Kapinis II Bandung untuk sementara memimpin di hari pertama Kejurnas Arung Jeram di Sungai Enim, Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, Sabtu (30/6/2012).

Ini diraih setelah mereka menjadi yang tercepat pada nomor sprint dengan catatan waktu satu menit 7,477 detik. Tim kedua yang meraih catatan waktu terbaik adalah Kapinis I Bandung dengan 01:08,943, serta BRC Boogie Banten dengan catatan waktu 01:09,230 di peringkat ketiga.

Pada hari pertama ini digelar dua nomor yakni sprint dan head to head. Saat sprint, sejumlah peserta mengalami kesulitan saat memasuki pertengahan jalur lomba, lantaran arus tipis dan terdapat dua batu besar. Banyak perahu peserta tersangkut beberapa detik.

Syukurlah kami lolos dari jalur itu, kata Wawan Purwana, manajer tim Kapinis Bandung, kepada detikcom, Sabtu (30/06/2012).

"Arung Sumsel 2012" diikuti 16 tim dari sejumlah daerah di Indonesia, berlangsung sampai 3 Juli.





Via: Tim Kapinis Bandung Memimpin Kejurnas Arung Jeram Muaraenim

Iniesta: Pemain Terbaik? Aku Tak Peduli


KIEV, KOMPAS.com Tak terbantahkan lagi bila peran Andres Iniesta bersama Spanyol di Piala Eropa 2012 begitu besar. Pergerakan bintang asal Barcelona itu memudahkan para pemain lain mengembangkan permainan. Namun, Iniesta ternyata tidak memikirkan bila dirinya bisa saja menjadi pemain terbaik Piala Eropa 2012.

Dari lima pertandingan yang telah dilalui "La Furia Roja", Iniesta merengkuh dua kali gelar "Man of the Match". Banyak yang memperkirakan Iniesta akan menjadi pemain terbaik jika Spanyol keluar sebagai juara.

Sikap rendah hati ternyata dimiliki pemain bernama lengkap Andres Iniesta Lujan itu. Pria kelahiran Albacete tersebut lebih memikirkan gelar juara bagi Spanyol ketimbang peluangnya mendapatkan gelar individu di Piala Eropa 2012.

"Aku tidak pernah merasa ingin meraih gelar pribadi. Aku tidak memikirkan pemain terbaik Piala Eropa 2012. Aku akan lebih senang bila Spanyol keluar sebagai juara," jelas Iniesta seperti yang dilansir AS.

"Dalam sepak bola, segalanya tidak mutlak. Aku tidak tahu siapa yang akan dipilih menjadi pemain terbaik. Italia punya Claudio Marchisio dan Andrea Pirlo yang bermain bagus. Kami juga memiliki beberapa pemain bagus. Jadi, aku sama sekali tak peduli," pungkasnya.


Via: Iniesta: Pemain Terbaik? Aku Tak Peduli

Friday, June 29, 2012

Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim


Muaraenim - Sebanyak 16 tim mengikuti Kejurnas Arung Jeram "Arung Sumsel 2012" yang digelar di Bedegung, Kabupaten Muaraenim, Sumatera Selatan, 30 Juni-3 Juli 2012.

Saat ini ke-16 tim sudah berada di lokasi dan mulai mencoba arus di huluan Sungai Enim yang menjadi lokasi perlombaan.

Ke-16 peserta itu antara lain berasal dari Banten, Bandung, DKI Jakarta, Bengkulu, Palembang, Muaraenim, Medan, dan Tapanuli.

"Kejurnas ini selain untuk memasyarakat olahraga arung jeram, mengingat begitu banyaknya lokasi olahraga ini di Indonesia, juga menjadi ajang pembinaan, dan promosi pariwisata," kata Ahmad Rapanie Igama selaku ketua panitia pelaksana kepada detikcom, Jumat (29/06/2012).

Ada beberapa jenis lomba yang digelar dalam kejurnas ini yakni sprint dengan jarak 800-1.000 meter; head to head yakni lomba kecepatan secara simultan dengan jarak 800-1.000 meter; slalom atau lomba kecepatan dan keterampilan tim dengan jarak tempuh 1.000 meter; serta down river yakni lomba kecepatan dan keterampilan dalam jarak tempuh 3-5 kilometer.

Kejuaraan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Kabupaten Muaraenim, dan Federasi Arung Jeram Indonesia
Via: Sebanyak 16 Tim Mengikuti Kejurnas Arung Jeram di Muaraenim